Api merupakan suatu hal yang sangat penting bagi seseorang dalam situasi survival, mengapa??... Kerena api dapat membantu dan menyelamatkan kita, contohnya, Menghangatkan tubuh, memasak makanan, melindungi dari hewan buas (karena biasanya hewan takut api) dan sebagai pemberi sinyal untuk meminta bantuan dalam keadaan tersesat
Bila kita dalam keadaan tersesat dalam sebuah hutan atau wilayah... Dan kita tidak memiliki alat modern untuk menyalakan api seperti mancis atau korek api, kita harus tau beberapa teknik-teknik untuk menghidupkan api dengan alat seadanya
Metode Menyalakan Api:
[•]Hand Drill
Jelaskan teknik dasar: menggosokkan kayu secara cepat pada papan untuk menghasilkan panas.Teknik hand drill
- Anda harus menggunakan gumpalan tinder yang benar-benar kering dan halus.[1]
- Gumpalan tinder inilah yang pertama kali akan Anda bakar.
- Sebaiknya jangan menggunakan kayu yang tergeletak di tanah karena ada kemungkinan kondisinya lembap. Alih-alih, carilah ranting patah (dahan mati yang jatuh dari pohon, tetapi tersangkut di dahan yang lebih rendah atau di semak-semak).
- Anda juga bisa mematahkan dahan mati dari pohon, tetapi pilihlah dahan yang langsung patah dengan mudah. Jika tidak, dahan mungkin belum mati.
- Jika dahan bengkok tetapi tidak patah, itu berarti dahan masih hidup dan belum cukup kering. Hindari kayu yang masih hijau karena kebanyakan tidak bisa terbakar dengan baik.
- Kayu bakar harus benar-benar kering. Pohon mati bisa menjadi sumber kayu bakar kering yang baik.[3]
- Saat Anda mengumpulkan kayu bakar, usahakan untuk tidak meletakkannya di tanah jika kondisinya basah.
- Cobalah untuk membuat gumpalan tinder menyerupai bentuk sarang burung.
- Untuk mengencangkannya, gunakan lembaran kulit kayu yang dipotong seperti pita di sekeliling gumpalan.
(Tips: Pilih kayu yang tepat, gunakan tinder yang mudah terbakar.)
[•]Bow Drill
cara kerja: menggunakan busur untuk memutar kayu dengan lebih cepat. Teknik Bow Drill
Diagram bow drill dan cara penggunaannya.
(Tips: Membuat tali busur yang kuat, menjaga tekanan pada titik gesekan.)
Urutan teknik Bow Drill
1. Buatlah papan api (fireboard). Jika Anda memilih metode hand drill atau bow drill, hal pertama yang harus disiapkan adalah papan api. Papan ini akan menjadi alas tempat Anda menggerakkan drill sehingga timbul gesekan yang lama-kelamaan diharapkan akan menimbulkan api. Baik papan api maupun drill harus dibuat dari kayu yang ringan, kering dan tidak mengadung resin.
- Kayu terbaik untuk keperluan ini adalah kayu yang tidak mengandung getah dan cukup ringan dan lunak sehingga akan membentuk lekukan jika ditekan dengan jari, tanpa perlu dicungkil.B
- Bentuklah kayu yang Anda pilih sehingga menjadi potongan dengan ketebalan sekitar 2,5 cm, diagonal sekitar 5-10 cm dan panjang setidaknya sekitar 30 cm.
- Rautlah salah satu ujung kayu hingga berbentuk runcing, seperti ujung pensil.
- Rautlah ujung yang lain menjadi ujung yang tumpul.
- Buatlah busur dengan panjang kira-kira seukuran lengan, dan memiliki diameter sekitar 2,5 sampai 5,0 cm. Gunakan potongan kayu setipis mungkin jika memungkinkan karena busur harus dibuat seringan mungkin.
- Busur yang lebih ringan lebih mudah dikontrol dan Anda tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mendorongnya maju mundur. Namun, usahakan agar busur cukup kaku sehingga tidak bengkok saat digunakan.
- Ikatlah ujung tali yang lain dengan ikatan yang lebih kendur dan simpul yang bisa diatur sehingga Anda dapat mengubah-ubah panjang dan ketegangan tali.
- Meskipun pada awalnya Anda telah mengikat tali dengan kekencangan yang tepat, tali sering kali mengendur saat mulai digerakkan maju mundur. Anda perlu menguasai teknik ini agar dapat melakukannya dengan baik. Mungkin Anda perlu menggunakan tangan sedemikian rupa pada busur agar tali cukup kencang saat digerakkan.
- Agar tali tetap kencang, Anda mungkin harus melilitkannya di jari atau mengatur kekencangannya dengan mengikatnya menggunakan simpul lebih kuat.
- Cara lain yang bisa diterapkan agar kondisi tali tetap kencang adalah menyelipkan kayu lain (sebaiknya gunakan kayu yang tebal karena metode ini dapat membuat kayu kecil patah) ke dalam lilitan, di dekat ujung busur.
- Lilitkan tali berkali-kali sampai Anda mendapatkan kekencangan yang tepat dan kemudian “kuncilah” ke busur. Jika kayu terus-menerus terlepas, peganglah busur di bagian ujung tempat Anda menyelipkan kayu untuk mengoperasikannya.
- Carilah batu yang memiliki lekukan halus pada permukaannya. Idealnya, batu tersebut berukuran sebesar kepalan tangan. Ukuran batu akan terasa pas di tangan Anda, tetapi tidak terlalu kecil karena bisa menjadi panas dengan sangat cepat. Batu yang ideal memiliki lekukan dalam dengan sisi-sisi yang mulus.
- Jika Anda tidak dapat menemukan batu yang sesuai, cara paling mudah adalah membuatnya dari kayu. Soket harus cukup kecil sehingga saat dipegang akan terasa pas di tangan, tetapi cukup besar sehingga saat digenggam ujung jemari Anda tidak saling bersentuhan dan menyentuh drill.
- Jika memungkinkan, sebaiknya Anda membuat dari kayu yang keras, atau gunakan simpul untuk kayu lunak sebagai soket dengan pelumas alami. Gunakan ujung pisau atau batu talam untuk membuat lubang dengan kedalaman yang tidak lebih dari setengah ketebalah kayu.
- Anda juga dapat membuat soket dengan menggunakan berbagai material lainnya. Carilah sesuatu yang akan membuat ujung drill yang sempit tetap stabil, tetapi masih bisa diputar dengan mudah. Tentu saja masih ada bahan lain yang bisa digunakan untuk membuat soket.
- Biasanya orang-orang melumasi lubang soket menggunakan balsam bibir atau resin.
- Buatlah lubang kecil dengan ujung pisau, sekitar 2,5 cm dari tepi papan. Besar lubang harus disesuaikan dengan ukuran drill dan kedalamannya sekitar 2,5 cm.
- Saat Anda memasukkan drill ke lubang, drill harus sulit digerakkan. Anda harus merasakan gesekan yang kuat.
- Letakkan papan api di tanah.
- Tempatkan kaki kiri di atas papan api sekitar 2,5 cm di sebelah kiri lubang. Lengkung kaki (bukan bantalan atau tumit) harus berada di atas papan api. Pastikan Anda memilih permukaan tanah yang datar atau papan bisa menempel rata di atas tanah. Anda tentu tidak mau papan bergoyang atau bergerak-gerak.
- Bertlututlah di atas kaki kanan. Pastikan lutut kaki kanan cukup jauh di belakang kaki kiri sehingga membentuk sudut 90 derajat. (Akan dijelaskan lebih lanjut).
- Peganglah busur di tangan kanan dan drill di tangan kiri.
- Letakkan drill di atas tali dengan ujung lancip mengarah ke kanan, dan putarlah ke dalam busur. Anda bisa mengendurkan tali sedikit jika mengalami kesulitan melakukannya, tetapi pastikan tali tidak terlepas begitu dililitkan pada drill.
- Letakkan ujung drill yang tumpul di dalam lubang. Pasangkan soket pada drill.
- Peganglah busur sedekat mungkin ke bagian ujung. Berikan tekanan ke bawah pada soket dan mulailah menggerakkan busur maju mundur seperti sedang menggergaji. Ada perbedaan tipis antara memberikan tekanan terlalu kuat atau terlalu sedikit pada drill, dan menarik tali terlaku kencang atau tidak cukup kencang.
- Gerakkan busur maju mundur, semakin lama semakin cepat, sambil memberikan tekanan yang semakin besar pada soket.
- Pada akhirnya, bubuk hitam dan asap akan terbentuk di dasar drill. Ini merupakan pertanda baik! Hentikan gerakan menggergaji dan angkatlah papan api.
- Pastikan Anda menekan drill ke bawah dan ke dalam lubang saat memutarnya.
- Saat melakukan gerakan maju mundur, tangan akan bergerak turun pada batang drill. Penting untuk terus memutar drill. Oleh karena itu, ketika tangan semakin dekat dengan papan gerakkan kembali ke arah atas secepatny
- Teruslah memutar drill sampai asap mulai terlihat. Proses ini mungkin membutuhkan waktu lama dan melelahkan. Jadi, bersabarlah dan jangan berhenti.
- Pastikan ukuran takik sekitar 1/8 potongan pai.
- Bagian yang meruncing pada potongan pai harus bertemu di tengah-tengah lubang yang baru Anda bakar di atas papan.
- Bagian yang melebar harus menghadap keluar dan menjauh dari lubang.
- Takik dan ujung drill yang masuk ke dalam lubang harus memiliki permukaan kasar, tidak mengilap dan mulus. Permukaan yang kasar menghasilkan gesekan. Kalau lubang mulai mengilap, taburkan sedikit pasir ke dalam takik.
- Tempatkan penampung bara di bawah lekukan yang Anda buat di atas papan api sebelum mencoba membuat bara.
* Jelaskan teknik menggesek kayu pada alur kayu lainnya.Teknik Fire Plow
Ilustrasi fire plow dan arah gesekan.
* Tips: Pilih kayu yang mudah terbakar untuk alur.
Langkah-langkah
1. Sediakan Bahannya, tempatkan alat penggesek diatas bahan yang digesek.
2. Tentu saja, jalur yang digesek telah disiapkan sebelumnya
3. Gesek maju mundur hingga tercipta serbuk api
4. Serbuk api kemudian disatukan dengan pemancing
5. Pertahankan apinya, dengan meniup
6. Setelah api membesar silakan membakar bahan terbakar
7. Selesai
Nah... Dengan beberapa cara diatas kita dapat membuat perapian dalam keadaan darurat atau pun survival, jadi kita setidaknya tidak mati lebih cepatttt...
KOMANDO...


