Senin, 17 Maret 2025

Penjernihan air dengan ember

 Nah gais jadi cara ini bisa anda lakukan bila dimana kalian tersesat atau terdampar dalam di dekat aliran sungai atau kali. Barang yang harus disiapkan hanyalah sebuah ember dan cangkir,(bila ember gaada bisa di ganti dengan wadah lain) jadi metode cara Penjernihannya 

1. Gali lah tanah yang berada dekat sungai, lalu pastikan tanah yang digali terdapat banyak batuan-batuan kecil  dimana secara teori batuan tersebut berfungsi untuk memfilter air yang keluar dari galian tersebut. 

2. Bila sudah dibuat sebuah cekungan/galian. Taru sebuah ember yang dasarnya sudah di lubangi kecil-kecil kedalam galian tersebut lalu, masukan satu batu lumayan besar yang berfungsi sebagai pemberat ember.

3. Sesudah itu, air akan naik lama-kelamaan dan bila air kotor penuh, lakukan pengfilteran dengan cara menguras dan membuang air di area pinggiran ember yang terdapat batu kecil-kecil, lalukan hingga air yang berada di ember telah jernih.

4. Dan bila sudah jernih, maka air sudah siap untuk digunakan, seperti mandi ataupun masak. (Oh iya pastikan kalau buat masak, sungai atau kali tempat kalian tidaklah tercemar oleh limbah atau sampah)

Adapun langkah-langkah teknik tersebut dalam bentuk Vidio yang saya kutip di halaman FB: Sayang Sabah (Metode filter sederhana)

Rabu, 22 Januari 2025

Sandi-Sandi Kepanduan



1. Sandi Morse

Sandi Morse adalah representasi huruf, angka, tanda baca, dan sinyal dengan menggunakan kode titik dan garis yang disusun mewakili karakter tertentu pada alfabet atau sinyal/pertanda tertentu yang disepakati penggunaannya di sebelum dunia. Sandi ini diciptakan oleh Samuel FB Morse dan Alfred Vail pada 1835.

(Sandi Morse Huruf)

(Sandi Morse angka)


Sandi Morse biasanya disampaikan dengan cara meniup peluit atau menyala-matikan senter. Jika tiupan peluit atau nyala senter agak panjang, artinya garis. Sedangkan jika tiupan peluit atau nyala senter pendek, artinya titik. Untuk dapat memahami sandi ini, pramuka memang harus menghafalkan titik-garis yang mewakili huruf atau sinyal.

Untuk mempermudah, biasanya sandi

Morse dikelompokkan. Pengelompokan berlaku untuk huruf yang berkebalikan antara titik dan garisnya, contohnya huruf A (.-) dan N (-.) atau huruf K (-.-) dan R (.-.). Berikut ini daftar sandi Morse.

Sandi Morse kerap kali digunakan untuk perang, dan tentara-tentara yang bertugas mereka dibekali berbagai materi sandi-sandi salah satunya sandi Morse, contohnya menggunakan tanda-tanda suara, tanda-tanda goresan dan tanda-tanda cahaya,  dengan tanda-tanda ketukan.Morse Telegraphy cara menggunakan tanda mose dengan ketukan

2.Sandi Ular

Sandi ular digunakan dengan cara mengelompokkan huruf dalam jumlah sama, kemudian disusun ke bawah dari kiri ke kanan berturut-turut dan dibaca berkelok-kelok seperti ular.


Contohnya pada pesan HATI-HATI BANYAK BINATANG BUAS. Terdapat 26 huruf dalam pesan tersebut. Perlu ditambahkan satu huruf agar genap dibagi tiga (27). Tambahan huruf tersebut bisa X. Kemudian 27 huruf tersebut kita tulis sebagai berikut.


H A T I H A T I B

A N Y A K B I N A

T A N G B U A S X


Kemudian agar menjadi sandi ular, tulis huruf-huruf tersebut menurun ke bawah seperti contoh berikut ini.


HAT ANA TYN

IAG HKB ABU

TIA INS BAX


Kamu juga bisa melihat contoh lain di bawah ini.

3. Sandi Angka

Sandi angka, sesuai namanya, menggunakan kode angka untuk menggantikan huruf. Kode ini termasuk mudah dibandingkan sandi-sandi yang lain. Berikut daftarnya.



2,7,4,11,18,8,4,,8,,11,14,21,4,,24,14,20


4. Sandi Rumput

Sandi rumput merupakan sistem representasi huruf, angka, dan tanda baca yang dibuat berdasarkan prinsip sandi Morse. Bedanya, jika sandi Morse menggunakan titik dan garis, maka sandi ini menggunakan strip yang berbentuk seperti rumput.


Rumput pendek sama dengan tanda titik dan rumput tinggi sama dengan tanda garis.


5. Sandi kotak adalah sandi yang dibentuk oleh garis yang membentuk satu kotak, sepertiga kotak, setengah kotak, dan sebagian memiliki titik di tengahnya. Kotak-kotak ini mewakili huruf. Berikut daftar hurufnya.

(Sandi kotak 1)


(Sandi kotak 2)


6.  Sandi Napoleon

Sandi Napoleon diambil dari nama Napoleon Bonaparte. Sandi ini digunakan dengan cara merangkai huruf-huruf dengan terbolak-balik. Hampir menyerupai sandi ular, jumlah huruf yang dirangkai dan dikelompokkan dalam sandi Napoleon harus sama.


Misalnya pesan SELAMATKAN JIWA KAMI. Total ada 18 huruf. Bagi menjadi 3 baris berisi 6 huruf, tetapi pada baris kedua, hurufnya dibalik. Lihat contoh sandinya berikut ini.


7. Sandi Abjad Inter

Sandi ini menggunakan penyebutan abjad yang berlaku secara internasional. Penyebutan abjad ini berlaku karena biasanya orang kesulitan berkomunikasi dengan jelas sehingga saat mengeja huruf per huruf, rawan terjadi kesalahpahaman. Misalnya antara huruf B dan D. Untuk memudahkan, maka huruf B diucapkan Bravo dan D disebut Delta. Berikut daftar abjad internasional.


8. Dalam sandi ini, berlaku hukum kebalikan. Huruf yang digunakan untuk menyampaikan pesan adalah huruf kebalikannya. Untuk sandi AN, berlaku aturan berikut ini

Jadi jika ingin menulis pesan JANGAN KE MANA-MANA, maka sandi AN-nya adalah WNATNA XR ZNAN ZNAN.


Sedangkan sandi balik, atau disebut juga sandi AZ, adalah seperti ini.

9. Sandi Siput

Sandi siput merupakan sandi yang dibaca berputar atau spiral dari huruf yang berada di paling tengah hingga huruf paling luar. Berikut contohnya

10. Sandi Jepang
Sandi Jepang berlaku dengan membaca huruf seperti sistem membaca Kanji, yakni dari atas ke bawah. Tapi untuk arah kolomnya tetap dari kiri ke kanan, bukan kanan ke kiri. Berikut contohnya.
11. Sandi Udang 

Cara membacanya dengan huruf paling belakang. Contoh FIRMAN - NAMRIF

12. Sandi Katak
Cara membacanya melompat satu huruf.
Contohnya: AKU FIRMAN - ADKIU FHIKRAMEAIN 


Sumber : 

MACAM - MACAM BENTUK API UNGGUN


 

Api unggun memiliki lima macam bentuk (umumnya) dalam penyusunannya, kelima bentuk dari penyusunan api unggun sebagai berikut :

.

1🔥 PIRAMIDA SEGITIGA

Bentuk yang pertama adalah bentuk piramida segitiga.

cara penyusunannya sbb :

* Kayu disusun segitiga sama sisi

* makin keatas segitiganya semakin kecil

* ditengah tumpukan kayu terdapat rongga

* Dirongga tersebut ditaruh bahan yang mudah terbakar misalnya jerami yang sudah disiram minyak tanah dan sebagainya. 

* Rongga inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai sumber api yang pertama untuk dinyalakan. 

Model ini biasanya dibutuhkan kawat kecil (Bendrat) untuk menjaga agar tumpukan kayu tidak roboh.

.

2🔥PIRAMIDA BUJUR SANGKAR

Pada dasarnya membuat piramida bujur sangkar caranya sama dengan bentuk piramida segitiga, yang membedakkan terletak pada bentuk penyusunannya berupa bujur sangkar. 

Perlu diingat !

model penyusunan piramida adalah model yang semakin keatas semakin runcing (mengerucut). Model bujur sangkar dalam penataan kayu umumnya di tidurkan. tidak disusun keatas.

.

3🔥PAGODA TEGAK

Bentuk pagoda tegak memungkinkan percampuran kayu basah dan kayu kering, sebab, dibentuk ini modelnya kayu basah dan kering ditata tegak, pertama-tama pembaca membuat gawang terlebih dahulu sebagai tempat penyandar kayu dari bahan yang tidak mudah terbakar. lalu kayu disandarkan pada gawang, misalnya kayu/bambu basah. Dalam rongga antar kayu ditaruh bahan bakar yang mudah terbakar.

.

4🔥PAGODA ROBOH

Bentuk pagoda roboh adalah bentuk yang paling sederhana yang mungkin saja sering pembaca praktikkan ketika membakar kayu, tetapi tidak menyadari bahwa bentuk tersebut adalah bentuk pagoda roboh. Cara membuatnya :

kayu kering ditetapkan di tanah, ujung-ujungnya bertemu di tengah sehingga pangkalnya diluar membentuk lingkaran. Agar ujungnya cepat terbakar, ditempat pertemuan tersebut dapat dibuat lubang dan diberi bahan bakar yang mudah terbakar.

.

5🔥BENTUK KURSI

Bentuk Kursi adalah bentuk api unggun yang mungkin saja pembaca jarang temui, sebab bentuk ini biasanya digunakan apabila angin bertiup kencang dari satu arah. Langkah membuatnya pun tidak terlalu sulit ataupun rumit, namun, sedikit memperlukan kesabaran. Caranya:

Dua kayu basah dipancangkan agak berjauhan dan agak condong ke belakang. Setelah tiang pemancang api unggun sudah di buat. langkah selanjutnya adalah menyusun kayu-kayu hingga membentuk kursi


Sumber :

FB :Materi Pramuka Kopastrija

SEJARAH PENEMUAN SEMAPHORE



Smaphore merupakan sebuah cara yang digunakan untuk mengirimkan pesan atau berita pada zaman dahulu ketika berbagai peralatan komunikasi modern belum ditemukan. Ada beberapa alat yang biasa digunakan untuk menyampaikan pesan melalui sandi-sandi semaphore ini. Alat tersebut di antaranya adalah dayung, bendera, tangan kosong, dan juga batang pohon. Hanya saja memasuki zaman yang lebih modern, alat yang digunakan adalah bendera khusus yang juga lebih dikenal dengan nama bendera semaphore.

.

Untuk jenis bendera semaphore yang umum digunakan memiliki ukuran 45 cm x 45 cm. Bentuk bendera adalah persegi empat. Bendera persegi tersebut merupakan penggabungan dari dua kain bendera yang berbeda warna, bentuk masing-masing kain bendera tersebut adalah segitiga. Warna bendera yang umum digunakan adalah warna merah dan kuning, dengan letak warna merah yang selalu menempel dengan bagian dari tangkai bendera.

.

Penggunaan semaphore dengan lebih praktis dan lebih baik sendiri adalah dengan mengombinasikannya dengan telegraf optik. Seorang berkebangsaan Perancis yang bernama Claude Chappe adalah orang yang memperkenalkan penggunaan sistem praktis penggunaan semaphore pada tahun 1791. Claude Chappe lahir pada tanggal 25 Desember 1763. Chappe merupakan orang yang menemukan sistem telekomunikasi praktis pertama pada zaman industri di Perancis.

.

Semaphore ini berhubungan erat dengan telegraf optik. Telegraf optik ditemukan pertama kali untuk bisa mengirimkan pesan dan berita pada zaman perang yang memang sangat lama untuk sampai jika menggunakan pasukan berkuda untuk menyampaikannya. Sebelum penemuan telegraf optik, prinsip dari teknologi tersebut sudah pernah digunakan dan juga dikembangkan oleh bangsa Yunani, Romawi kuno, dan juga bangsa Kartagao. Caranya adalah dengan menggunakan obor yang diletakkan di atas benteng kemudian mengombinasikan beberapa dari api obor tersebut untuk mengirimkan huruf yang menjadi pesan.

.

Telegraf optik kembali ditemukan oleh Claude Chappe dan disempurnakan olehnya. Penemuan dari telegraf optik ini menjadi sebuah revolusi di Perancis dan juga menyebar ke negara lainnya. Pesan yang disampaikan dengan menggunakan telegraf optik ini tentunya adalah pesan yang dibuat dengan menggunakan sandi semaphore.

.

B. PENGGUNAAN SEMAPHORE 

Pada mulanya, semaphore banyak digunakan untuk menyampaikan pesan terutama ketika dalam keadaan perang. Penggunaan semaphore secara manual adalah dengan menuju tempat yang tinggi atau di atas benteng lalu mulai menggerakkan bendera semaphore sesuai dengan pesan yang akan disampaikan. Memasuki era penggunaan telegraf optik, penyampaian pesan dengan semaphore semakin lebih praktis.Smaphore Pramuka


Untuk bisa menyampaikan pesan melalui telegraf optik, diperlukan adanya jaringan penghubung berupa menara-menara. Setiap menara untuk telegraf optik tersebut biasanya disimpan dengan jarak 5 sampai 20 kilometer antara satu menara dengan menara lainnya. Setiap menara terdapat perlengkapan untuk mendukung jalannya teknologi telegraf optik tersebut. Perlengkapan tersebut di antaranya sebagai berikut.


1. Semapore kayu,Semaphore kayu yang digunakan tersebut memiliki dua lengan yang berfungsi untuk memberikan sinyal. Masing-masing dari lengan tersebut bisa ditempatkan dalam tujuh posisi. Pada bagian dasar kayu tersebut bisa dilakukan empat posisi. Total posisi yang mungkin bisa dilakukan adalah sekitar 196 posisi. Posisi-posisi tersebut akan mewakili kode dari huruf, angka, kata, dan juga bagian dari sebuah kalimat.


2. Dua buah teleskop yang disimpan di atas semaphore kayu. Untuk pemberitahuan, teleskop sudah ditemukan pada tahun 1600.

Cara kerja dari telegraf optik dengan menara-menara tersebut adalah sebagai berikut.


🔹 Setiap menara dari berdiri terdiri dari satu orang telegrafer yang akan melihat melalui teleskop yang ada di dalam menara tersebut.

🔹 Ketika semaphore dari menara tersebut mulai menunjukkan sebuah posisi, telegrafer akan menyalin simbol yang dihasilkan di menaranya.

🔹 Setelah itu, sang telegrafer akan menggunakan teleskop untuk melihat apakah telegrafer di menara yang dikirimi pesan juga menyalin simbol semaphore dengan baik.

🔹 Cara ini akan menyampaikan pesan dengan menggunakan simbol ke simbol dan dismapaikan dari satu menara ke satu menara lainnya.


Semaphore memang sudah jarang digunakan pada zaman modern ini. Akan tetapi, kehadiran semaphore sebenarnya telah memberikan angin segara untuk bisa menyampaikan pesan yang berisi informasi penting pada zaman dahulu. Walau begitu, dalam beberapa kegiatan, misalnya pramuka, semaphore tetap diperkenalkan, dipelajari, dan juga digunakan.

Sumber :

FB :Materi Pramuka Kopastrija

SUSUR SUNGAI




Susur sungai adalah kegiatan mengenalkan ekologi sungai.Terdiri dari pengenalan arus air, komponen yang ada di sungai, bentukan sungai, lingkungan sekitar sungai, badan sungai baik itu lingkungan pertanian, hutan, mata air dan sebagainya.Susur sungai melatih seseorang untuk memahami jenis bahaya yang ada di sungai dan kegiatan melatih ketahanan fisik.

.

TINGKATAN SUSUR SUNGAI

''

Meskipun demikian, kegiatan susur sungai memiliki kriteria tertentu. Tergantung dengan usia peserta, lebar sungai dan tujuan susur sungai. Untuk siswa SD-SMP hanya sebatas dikenalkan lewat sungai kecil dengan lebar satu meter hingga dua meter.Selanjutnya apabila peserta susur sungai tingkat SMA atau mahasiwa di mapala bisa dikenalkan bahaya sungai, acara menyeberangi sungai dan menyelamatkan diri di sungai,Itupun susur sungai untuk sungai kecil bukan sungai besar, kalau sungai besar itu sudah masuk petualangan dan untuk yang sudah mahir.

.

PERSIAPAN

''

Mengenai persiapan susur sungai,lazimnya susur sungai yang harus utama dilakukan melihat kondisi cuaca.Apabila dilakukan pada musim hujan harus sangat cermat dan hati-hati melihat cuaca terutama di hulu. Sebab banjir tidak hanya terjadi di bagian tengah dan pinggir. Meskipun di bagian tengah dan bawah tidak hujan, namun juga bisa terjadi banjir jika hujan terjadi dari hulu.Pengamatan cuaca harus diperhatikan, termasuk sejarah banjir yang tinggi dan membahayakan yang boleh melakukan hanya yang sudah usia matang paling tidak punya ilmu dasarnya

.

MEMPERHATIKAN KARAKTERISTIK SUNGAI

''

Selain itu yang juga tak kalah penting adalah mengetahui sejarah dan karakter sungai. Hal itu bisa diketahui dengan wawancara penduduk sekitar yang paham dengan karakter sungai.Termasuk apabila banjir berapa tinggi, material apa saja yang dibawa. Apakah materi banjir membawa pasir, lumpur air, kayu sampah dan sebagainya. Sejarah dan pengetahuan itu harus didapat dari masyarakat sekitar. Dari cerita masyarakat nantinya akan diidentifiasi titik yang berbahaya. Apakah itu belokan, cekungan, kedung bagian yang dalam, growongan atau undercut. Ada survey awal tergantung materi yang akan diajarkan. Bisa dua hingga tiga Kali. skenario keamanan berkegiatan di alam bebas menjadi yang utama. Yaitu chek poin apabila terjadi kecelakaan dan lokasi evakuasi.Prinsip kegiatan yang berisiko, safety first jadi prirottas utama namanya kegiatan di alam bebas punya risiko.

.

Saya sangat tertarik dengan pengalaman kak.suyatno yang dituangkan dalam tulisan yang ia posting.

tulisan itu sbb :

'''

Musibah adik di Sleman Jogjakarta mengingatkan saya. Kejadian itu persis pernah saya lakukan saat LT3 2002 Kwarcab Kota Surabaya di Kebun Raya Purwodadi Pasuruan. Waktu itu saya menjabat Sekretaris Cabang Kota Surabaya.

Peserta, panitia, dan tim khusus penjelajahan selamat saat itu. Padahal peserta melewati dua kali sungai hujan dari Gunung Arjuna.

Mengapa selamat. Salah satunya adalah pengalaman menganalisis cuaca waktu itu. saya tahu hujan comulus akibat penguapan tinggi di area pegunungan yang sering terjadi lewat pukul 12 siang. Itu terjadi setelah musim hujan berjalan dua bulan, ya seperti Februari ini.

Saat itu, panitia saya sarankan melewati sungai hujan kali purwodadi di bawah pukul 12. Karena tanggung jawab tinggi, saya ikut berjalan di paling belakang sambil mendorong agar cepat berjalan sehingga melewati sungai sebelum pukul 12.

Ternyata, peserta melewati sungai selisih 10 menit dari kedatangan air bah. Saya berdiri persis di bibir sungai. Saya lihat air bah sangat ganas karena membawa batu besar dan kayu besar. Rombongan penjelajahan safari camp LT3 Surabaya selamat.

Tiba-tiba, ada kabar dari panitia yang bertugas tentang ada air bah lewat telepon. Saya katakan, "terlambat, air sudah lewat 10 menit yang lalu," Panitia pun yang berjaga 3 km di atas bisa terlena.

Jadi, yang perlu dipahami adalah kemampuan mengamati cuaca dan alam sekitar. Kemampuan orientering harus dipertajam. Kemampuan itu harus diujicoba berkali-kali. Misalnya, kemampuan mendeteksi ketinggian air sungai jika banjir dapat dilakukan dengan melihat sisa sampah di pinggir sungai. Kerentanan tanah dapat diamati melalui tanda pohon kecil yang tumbang atau retak tanah. Begitulah seterusnya.

Jadi, KMD dan KML yang mempersiapkan pembina di alam terbuka, perlu diperbanyak pengalaman orientering. Sampai mereka tahu jalur penjelajahan yang aman dan selamat.

Di samping itu, pembina yang sudah bersertifikat KMD atau KML perlu terus diujicoba menguasai alam terbuka bersama para pelatih setempat. Tradisi ruangan perlu digeser ke tradisi learning by doing. Kegiatan kepramukaan lebih berkuasa ketika di alam terbuka. Mengapa begitu? Roh kepramukaan adalah alam terbuka dan belajar sambil melakukan. Kekuatan manajemen risiko perlu diaplikasikan nyata.

Tulisan ini mengiringi rasa duka mendalam terhadap adik-adik yang bermusibah di Sleman Jogjakarta. Risiko akan datang tiba-riba. Namun, risiko dapat ditengarai sebab-sebabnya.

''

Dari tulisan tersebut dapat disimpulkan bahwa management Resiko itu Sangat Penting, kemampuan membaca cuaca dan tanda tanda alam sangat penting, survey lokasi sangat penting, koordinasi yang baik sangat penting, dengar pendapat dari orang lain juga penting,perencanaan yang matang juga sangat penting.

Itu semua harus di siapkan dalam segala acara, bukan hanya saat kegiatan susur sungai saja. Dengan demikian dapat meminimalisir Resiko buruk yg mungkin saja terjadi.

Kalau menurut kakak - kakak Bagaimana ??


Sumber : 

FB : Materi Pramuka Kopastrija

MACAM - MACAM TANDU



 A. FOLDING STRETCHER ( TANDU LIPAT )

Berbentuk memanjang dengan dua tangkai Pegangan terletak dikedua sisi Kanan dan kiri.

Selain itu terdapat juga lubang Atau celah dibagian terpalnya yang bisa menjadi pegangan ketika membopong Korban.

Tandu ini sangat praktis karena cara menyimpannya yang cukup di lipat.

Tandu ini sering kita jumpai saat di pertandingan sepakbola, atlet yang cedera seringkali ditandu keluar lapangan dengan tandu jenis ini. Tandu lipat ini terbuat dari bahan terpal dan aluminium.

•••

Kelebihan :

• tandu ini tersedia dalam jumlah yang besar dan Compact.

• tidak memakan tempat , mudah disimpan.

 Kekurangan :

• Tidak dapat digunakan di Medan yang sulit dijangkau dan tinggi.

.

B. AMBULANCE STRETCHER ( TANDU AMBULANS )

Jenis Tandu ini digunakan mentransfer pasien Dengan menggunakan Ambulans Menuju Rumah Sakit. Cara menggunakannya didorong Tanpa harus membopong seperti Pada tandu lipat. Hal ini dikarenakan tandu Ambulans memiliki Roda Dibagian bawah Kaki tandu Yang mudah di Geser.

Tandu ini mirip tempat tidur ,tinggi, dan beralaskan matras tipis. Dengan rangka yang terbuat dari aluminium, disertai roda di kaki tandu. Bagian kepala Dari tandu bisa diatur sesuai kenyamanan pasien. Selain itu terdapat sabuk atau strap dibagian sisi- sisi Matras guna Diikatkan pada tubuh pasien Agar tidak bergeser Ketika proses Pemindahan.

•••

Kelebihan :

• Mudah dalam pengaplikasian karena memiliki Roda

Kekurangan :

• Hanya untuk Medan yang datar

.

C. SCOOP STRETCHER ( TANDU SKOP )

Tandu lipat memiliki pegangan membulat pada kedua sisinya, Memiliki alas yang cekung.Tandu ini memiliki 2 - 3 strap Dibagian tengahnya.

Fungsi strap itu Untuk menahan Posisi korban Pada tempatnya Sehingga tak terjatuh Ketika Dibopong atau dievakuasi. Pada umumnya tandu ini digunakan untuk Menyelamatkan korban bencana alam,dimana medannya sulit untuk dilalui Dan memiliki permukaan yang tidak datar.

•••

 Kelebihan :

• bagiannya dapat dipisah menjadi 2 sehingga korban tidak perlu diangkat untuk Memindahkan keatas tandu

.

D. BASKET STRETCHER ( TANDU BASKET )

Bentuknya seperti Keranjang tetapi tidak terlalu dalam.Bagian sisi sekelilingnya Hanya lebih tinggi sedikit dibandingkan Permukaan alasnya.Terdapat strap yang berguna untuk Menahan posisi korban dan Menjadi perlindungan ketika evakuasi.

Cara menggunakannya, Korban ditempatkan di atas permukaan alas tandu basket,Lalu mengikatkan strap nya.

Tandu jenis ini sering digunakan dalam pencarian Atau operasi penyelamatan di Medan yang sulit dijangkau.Contohnya : Korban terluka berat di daerah dataran tinggi, Maka untuk memindahkannya Agar segera mendapatkan penanganan medis Menggunakan helikopter, digunakan tandu ini. Ada tambahan tali pengangkut Yang akan dikaitkan Pada celah atau lubang lubang yang terdapat pada sekeliling tandu.

••• 

Kelebihan :

• Sisi sekelilingnya melindungi

• Ringan 

• Tahan lama

Kekurangan :

• memiliki Ukuran yang besar

.

E. REEVES STRETCHER ( TANDU FLEKSIBEL )

 Merupakan tandu yang bermaterial papan kayu Atau plastik Dengan permukaan datar. Terdapat 6 celah Disekelilingnya Sebagai pegangan Guna mengevakuasi korban. Sama halnya dengan tandu basket, tandu ini juga bisa digunakan mentransfer Korban dari tempat tinggi.Menggunakan tambahan tali pengangkut Yang diikatkan pada bagian tandu.

•••

 Kelebihan :

• Dapat digunakan untuk mengevakuasi korban ditempat terbatas dan sempit

.

F. TANDU DARURAT 

Merupakan tandu yang dibuat dengan benda sederhana disekeliling kita . Dalam lingkungan Pramuka , biasanya Anak - Anak Pramuka membuat Tandu darurat dengan Tongkat dan tali Pramuka. Tandu ini digunakan dalam kondisi darurat. Tetapi sebenarnya ada banyak bentuk dan bahan yang bisa digunakan untuk membuat tenda darurat seperti baju dan tongkat. Dan masih banyak lagi.

.

••• 

 Kelebihan :

• Dapat dibuat Sendiri

 Kekurangan :

• Tidak begitu safety karena tidak dilengkapi oleh sabuk atau strap.

Sumber :

FB :Materi Kompas Kopastrija

TEKNIK PENJERNIHAN AIR

 


Terdapat berbagai teknik penjernihan air yang bisa dilakukan.

Teknik-teknik tersebut diantaranya adalah:


1. PENYARINGAN

Penyaringan adalah salah satu cara penjernihan air dengan menyaring air dengan menggunakan berbagai bahan mulai dari kain, kapas, pasir, kerikil, ijuk, dan atau bahan lainnya untuk mendapatkan mutu air yang lebih baik.


2. PEREBUSAN

Perebusan adalah cara penjernihan air dengan cara dipanaskan hingga mendidih. Proses ini untuk membunuh bakteri, spora, ova, kista dan mensterilkan air.


3. DISINFEKSI KIMIA

Disinfeksi kimia merupakan teknik penjernihan air dengan memanfaatkan disinfektan atau bahan kimia yang bersifat toksik dan memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme. Teknik penjernihan air dengan Disinfeksi kimia dapat dilakukan pada genangan air, air dalam sumur, dll.


4. BUBUK PEMUTIH

Adalah penjernihan air dengan menggunakan bubuk pemutih semisal tawas dan kapur gamping.


5. TABLET KLORIN

Adalah penjernihan air dengan menggunakan tablet klorin atau kaporit.


6. FILTER

Adalah penjernihan air dengan menggunakan filter air khusus yang dibuat oleh pabrikan tertentu. Yang biasa terdapat dipasaran adalah filter keramik ‘lilin’ dan UV filter.


7. DESALINASI

Adalah penjernihan air dengan serangkaian metode dan alat khusus yang memanfaatkan pemanasan dengan sinar matahari.

.

.

🔸🔸🔸 PENYARINGAN AIR 🔸🔸🔸


Penyaringan air adalah salah satu metode atau teknik penjernihan air yang sederhana. Seorang pramuka penggalang dapat melakukan penyaringan air dengan beberapa cara, seperti:


A. SARINGAN AIR KATUN

Merupakan teknik penyaringan air yang paling sederhana. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih, bertujuan untuk membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh.


B. SARINGAN KAPAS

Air disaring dengan kapas yang diletakkan di dasar wadah yang diberi lubang. Bertujuan untuk membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh


C. AERASI

Aerasi merupakan proses penjernihan air dengan cara mengisikan oksigen ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi.


D. SARINGAN PASIR LAMBAT

Saringan Pasir Lambat (SPL);

Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil.

.

E. SARINGAN AIR SEDERHANA

Penyaringan air dengan teknik Saringan Air Sederhana merupakan modifikasi dari saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang berasal dari sabut kelapa.

Sumber :


FB :Materi Pramuka Kopastrija

Trik Cerdas: Menghidupkan Api di Alam Liar dengan Alat sederhana




Api merupakan suatu hal yang sangat penting bagi seseorang dalam situasi survival, mengapa??... Kerena api dapat membantu dan menyelamatkan kita, contohnya, Menghangatkan tubuh, memasak makanan, melindungi dari hewan buas (karena biasanya hewan takut api) dan sebagai pemberi sinyal untuk meminta bantuan dalam keadaan tersesat

Bila kita dalam keadaan tersesat dalam sebuah hutan atau wilayah... Dan kita tidak memiliki alat modern untuk menyalakan api seperti mancis atau korek api, kita harus tau beberapa teknik-teknik untuk menghidupkan api dengan alat seadanya 

Metode Menyalakan Api:

  [•]Hand Drill

   Jelaskan teknik dasar: menggosokkan kayu secara cepat pada papan untuk menghasilkan panas.Teknik hand drill

   


urutan langkah hand drill dari persiapan kayu hingga munculnya api.

1.Carilah tinder (serat alami YANG mudah terbakar). Ada beberapa cara berbeda untuk menyalakan api dengan ranting, tetapi metode apa pun yang Anda pilih, mulailah dengan mengumpulkan tinder dan kayu bakar yang akan dibakar. Saat mencari tinder, Anda bisa menggunakan barang apa saja yang penting kering, berserabut, dan akan menangkap percikan api dan langsung terbakar. Serat kain, bulu binatang, lumut kering, dan serat tanaman yang dicabik-cabik seperti kulit batang cedar adalah contoh tinder yang bisa Anda gunakan.
  • Anda harus menggunakan gumpalan tinder yang benar-benar kering dan halus.[1]
  • Gumpalan tinder inilah yang pertama kali akan Anda bakar.
2.Kumpulkan ranting kecil yang mudah terbakar. Anda juga harus mengumpulkan ranting-ranting kecil yang mudah terbakar, yang akan ditambahkan ke dalam tinder begitu api menyala. Kumpulkan beberapa ranting kecil, biasanya berupa potongan kayu kecil berbagai ukuran. Pilihlah ranting kecil yang tipis atau kira-kira lebih tipis dari tusuk gigi, tetapi lebih panjang, ditambah beberapa potong kayu dengan ketebalan dan panjang menyerupai pensil, dan sejumlah kayu dengan ukuran kira-kira sebesar lengan.
  • Sebaiknya jangan menggunakan kayu yang tergeletak di tanah karena ada kemungkinan kondisinya lembap. Alih-alih, carilah ranting patah (dahan mati yang jatuh dari pohon, tetapi tersangkut di dahan yang lebih rendah atau di semak-semak).
  • Anda juga bisa mematahkan dahan mati dari pohon, tetapi pilihlah dahan yang langsung patah dengan mudah. Jika tidak, dahan mungkin belum mati.
  • Jika dahan bengkok tetapi tidak patah, itu berarti dahan masih hidup dan belum cukup kering. Hindari kayu yang masih hijau karena kebanyakan tidak bisa terbakar dengan baik.
3. Carilah kayu bakar dengan ukuran lebih besar. Setelah api menyala secara konstan, Anda harus menambahkan kayu bakar yang lebih besar agar api tetap menyala. Ada baiknya Anda mengumpulkan kayu bakar dalam jumlah besar terlebih dahulu sebelum mencoba menyalakan api. Ukuran kayu bakar harus lebih besar daripada ranting kecil, dan hanya ditambahkan begitu nyala api sudah stabil.
  • Kayu bakar harus benar-benar kering. Pohon mati bisa menjadi sumber kayu bakar kering yang baik.[3]
  • Saat Anda mengumpulkan kayu bakar, usahakan untuk tidak meletakkannya di tanah jika kondisinya basah.
4.Buatlah sarang tinder. Metode apa pun yang dipilih untuk membuat percikan api, Anda perlu membuat sarang kecil untuk tinder. Sarang ini juga dikenal dengan sebutan gumpalan tinder. Begitu Anda berhasil membuat percikan api atau bara, Anda harus memindahkannya ke sarang untuk mendapatkan kobaran api pertama. Ambil sedikit tinder dan buatlah menjadi gumpalan kecil, kira-kira seukuran bola-bola kapas dan jejalkan serat-serat tipis seperti semak cattail di bagian tengah. Anda dapat menggunakan serat yang sedikit lebih tebal di bagian luar, seperti daun kering, untuk melindungi sarang. Pastikan Anda membuat lubang atau lekukan dengan ibu jari di bagian tengah sarang untuk menaruh bara.
  • Cobalah untuk membuat gumpalan tinder menyerupai bentuk sarang burung.
  • Untuk mengencangkannya, gunakan lembaran kulit kayu yang dipotong seperti pita di sekeliling gumpalan.
5. Buatlah teepee atau “rumah” dari kayu. Sebelum Anda mulai bekerja membuat percikan api atau bara, susunlah kayu bakar hingga berbentuk seperti teepee. Aturlah tumpukan kayu bakar seperti kerucut terbalik, dengan menaruh tinder dalam jumlah besar di bagian tengah, dan ranting berukuran lebih besar di bagian samping sehingga api akan terus menyala dan bertambah besar. Jangan membebani teepee terlalu berat, dan ingatlah untuk membuat ruang yang cukup besar sehingga udara dapat masuk dan membuat api menyala.

   (Tips: Pilih kayu yang tepat, gunakan tinder yang mudah terbakar.)

 [•]Bow Drill

   cara kerja: menggunakan busur untuk memutar kayu dengan lebih cepat. Teknik Bow Drill

   

Diagram bow drill dan cara penggunaannya.

   (Tips: Membuat tali busur yang kuat, menjaga tekanan pada titik gesekan.)

Urutan teknik Bow Drill

1. Buatlah papan api (fireboard). Jika Anda memilih metode hand drill atau bow drill, hal pertama yang harus disiapkan adalah papan api. Papan ini akan menjadi alas tempat Anda menggerakkan drill sehingga timbul gesekan yang lama-kelamaan diharapkan akan menimbulkan api. Baik papan api maupun drill harus dibuat dari kayu yang ringan, kering dan tidak mengadung resin.

  • Kayu terbaik untuk keperluan ini adalah kayu yang tidak mengandung getah dan cukup ringan dan lunak sehingga akan membentuk lekukan jika ditekan dengan jari, tanpa perlu dicungkil.B
  • Bentuklah kayu yang Anda pilih sehingga menjadi potongan dengan ketebalan sekitar 2,5 cm, diagonal sekitar 5-10 cm dan panjang setidaknya sekitar 30 cm.
2. Buatlah drill. Setelah memiliki papan api, Anda membutuhkan drill. Drill harus dibuat dari kayu yang lebih keras daripada papan api. Poplar dan Maple bisa menjadi pilihan yang baik untuk ini. Carilah ranting kayu yang selurus mungkin, lalu potong dan rautlah hingga memiliki panjang sekitar 20 cm dan diameter sekitar 3,5 cm.
  • Rautlah salah satu ujung kayu hingga berbentuk runcing, seperti ujung pensil.
  • Rautlah ujung yang lain menjadi ujung yang tumpul.
3.Buatlah busur. Jika Anda memilih metode bow drill, sekarang saatnya untuk membuat busur. Gunakan kayu yang sedikit lentur untuk keperluan ini karena Anda akan memberi tekanan yang cukup besar pada busur dan kayu mati kemungkinan besar akan patah dibanding kayu hijau (muda) dengan ukuran yang sama. Namun, tidak masalah jika Anda ingin menggunakan kayu mati atau hijau, keduanya dapat digunakan untuk busur.
  • Buatlah busur dengan panjang kira-kira seukuran lengan, dan memiliki diameter sekitar 2,5 sampai 5,0 cm. Gunakan potongan kayu setipis mungkin jika memungkinkan karena busur harus dibuat seringan mungkin.
  • Busur yang lebih ringan lebih mudah dikontrol dan Anda tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mendorongnya maju mundur. Namun, usahakan agar busur cukup kaku sehingga tidak bengkok saat digunakan.
4. Pasanglah tali busur. Gunakan tali sepatu, tali celana, tali kecil atau tali pengikat apa pun yang bisa Anda temukan untuk digunakan sebagai tali busur. Bahan alami seperti dogbane dan jelatang sejak dulu digunakan untuk membuat tali busur tradisional. Potonglah tali kira-kira sepanjang 15 cm, dan ikatlah salah satu ujung tali dengan kencang ke salah satu ujung busur.
  • Ikatlah ujung tali yang lain dengan ikatan yang lebih kendur dan simpul yang bisa diatur sehingga Anda dapat mengubah-ubah panjang dan ketegangan tali.
5. Mengatur tali busur. Penting untuk menjaga agar tali dalam keadaan kencang sehingga tidak terlepas dari drill. Namun, jika terlalu kencang tali akan membuat drill terlempar keluar dari soket atau papan api. Ada beberapa cara untuk menyesuaikan tali.
Pasanglah tali dalam kondisi cukup kencang, ikatkan ke bagian paling ujung busur dan kemudian geser ikatan sedikit ke atas pada saat Anda mulai menggerakkannya busur maju mundur, jika perlu.
  • Meskipun pada awalnya Anda telah mengikat tali dengan kekencangan yang tepat, tali sering kali mengendur saat mulai digerakkan maju mundur. Anda perlu menguasai teknik ini agar dapat melakukannya dengan baik. Mungkin Anda perlu menggunakan tangan sedemikian rupa pada busur agar tali cukup kencang saat digerakkan.
  • Agar tali tetap kencang, Anda mungkin harus melilitkannya di jari atau mengatur kekencangannya dengan mengikatnya menggunakan simpul lebih kuat.
  • Cara lain yang bisa diterapkan agar kondisi tali tetap kencang adalah menyelipkan kayu lain (sebaiknya gunakan kayu yang tebal karena metode ini dapat membuat kayu kecil patah) ke dalam lilitan, di dekat ujung busur.
  • Lilitkan tali berkali-kali sampai Anda mendapatkan kekencangan yang tepat dan kemudian “kuncilah” ke busur. Jika kayu terus-menerus terlepas, peganglah busur di bagian ujung tempat Anda menyelipkan kayu untuk mengoperasikannya.
6. Carilah atau buatlah soket. Soket, terkadang disebut sebagai pegangan, adalah benda yang akan Anda gunakan untuk menambahkan tekanan ke bawah pada drill. Biasanya soket berbentuk benda kecil dengan lubang atau lekukan yang ditempatkan di atas dirl dan di dorong ke bawah. Soket bisa dibuat dari tulang, kayu atau batu.
  • Carilah batu yang memiliki lekukan halus pada permukaannya. Idealnya, batu tersebut berukuran sebesar kepalan tangan. Ukuran batu akan terasa pas di tangan Anda, tetapi tidak terlalu kecil karena bisa menjadi panas dengan sangat cepat. Batu yang ideal memiliki lekukan dalam dengan sisi-sisi yang mulus.
  • Jika Anda tidak dapat menemukan batu yang sesuai, cara paling mudah adalah membuatnya dari kayu. Soket harus cukup kecil sehingga saat dipegang akan terasa pas di tangan, tetapi cukup besar sehingga saat digenggam ujung jemari Anda tidak saling bersentuhan dan menyentuh drill.
  • Jika memungkinkan, sebaiknya Anda membuat dari kayu yang keras, atau gunakan simpul untuk kayu lunak sebagai soket dengan pelumas alami. Gunakan ujung pisau atau batu talam untuk membuat lubang dengan kedalaman yang tidak lebih dari setengah ketebalah kayu.
  • Anda juga dapat membuat soket dengan menggunakan berbagai material lainnya. Carilah sesuatu yang akan membuat ujung drill yang sempit tetap stabil, tetapi masih bisa diputar dengan mudah. Tentu saja masih ada bahan lain yang bisa digunakan untuk membuat soket.
  • Biasanya orang-orang melumasi lubang soket menggunakan balsam bibir atau resin.
7. Buatlah lubang kecil pada permukaan papan api. Jika Anda sudah membuat lubang pada papan api sebelum melangkah ke alam liar, Anda bisa melewatkan langkah ini. Namun, jika membuat papan api dari nol, Anda harus membuat lubang tempat Anda menyelipkan drill.
  • Buatlah lubang kecil dengan ujung pisau, sekitar 2,5 cm dari tepi papan. Besar lubang harus disesuaikan dengan ukuran drill dan kedalamannya sekitar 2,5 cm.
  • Saat Anda memasukkan drill ke lubang, drill harus sulit digerakkan. Anda harus merasakan gesekan yang kuat. 
8. Gunakan bow drill untuk membakar lubang. Setelah tersedia lubang kecil, Anda dapat menggunakan drill untuk membuat bentuknya menjadi lebih baik untuk menciptakan gesekan dan api. Untuk melakukannya, putarlah drill ke dalam lubang dan biarkan gesekan membuatnya terbakar. Setelah menyelesaikan lubang, Anda bisa menggunakannya kembali jika ingin membuat api dengan ranting di masa depan. Perhatikan bahwa langkah-langkah berikut ditulis dari perspektif orang yang lebih dominan menggunakan “tangan kanan”, atau bukan “kidal”.
  • Letakkan papan api di tanah.
  • Tempatkan kaki kiri di atas papan api sekitar 2,5 cm di sebelah kiri lubang. Lengkung kaki (bukan bantalan atau tumit) harus berada di atas papan api. Pastikan Anda memilih permukaan tanah yang datar atau papan bisa menempel rata di atas tanah. Anda tentu tidak mau papan bergoyang atau bergerak-gerak.
  • Bertlututlah di atas kaki kanan. Pastikan lutut kaki kanan cukup jauh di belakang kaki kiri sehingga membentuk sudut 90 derajat. (Akan dijelaskan lebih lanjut).
  • Peganglah busur di tangan kanan dan drill di tangan kiri.
  • Letakkan drill di atas tali dengan ujung lancip mengarah ke kanan, dan putarlah ke dalam busur. Anda bisa mengendurkan tali sedikit jika mengalami kesulitan melakukannya, tetapi pastikan tali tidak terlepas begitu dililitkan pada drill.
  • Letakkan ujung drill yang tumpul di dalam lubang. Pasangkan soket pada drill.
  • Peganglah busur sedekat mungkin ke bagian ujung. Berikan tekanan ke bawah pada soket dan mulailah menggerakkan busur maju mundur seperti sedang menggergaji. Ada perbedaan tipis antara memberikan tekanan terlalu kuat atau terlalu sedikit pada drill, dan menarik tali terlaku kencang atau tidak cukup kencang.
  • Gerakkan busur maju mundur, semakin lama semakin cepat, sambil memberikan tekanan yang semakin besar pada soket.
  • Pada akhirnya, bubuk hitam dan asap akan terbentuk di dasar drill. Ini merupakan pertanda baik! Hentikan gerakan menggergaji dan angkatlah papan api.
9. Bakarlah lubang dengan hand drill. Jika tidak menggunakan busur, Anda tetap harus membakar lubang pada papan. Untuk melakukannya, gunakan tangan untuk memutar drill dan menciptakan gesekan dengan cara yang sama seperti yang dihasilkan busur. Tempatkan drill di antara kedua telapak tangan dan gerakkan tangan maju mundur untuk memutar drill.
  • Pastikan Anda menekan drill ke bawah dan ke dalam lubang saat memutarnya.
  • Saat melakukan gerakan maju mundur, tangan akan bergerak turun pada batang drill. Penting untuk terus memutar drill. Oleh karena itu, ketika tangan semakin dekat dengan papan gerakkan kembali ke arah atas secepatny
  • Teruslah memutar drill sampai asap mulai terlihat. Proses ini mungkin membutuhkan waktu lama dan melelahkan. Jadi, bersabarlah dan jangan berhenti.

10. Buatlah takik cerobong. Gunakan pisau untuk membuat takik berbentuk huruf V dari tepi papan api nyaris hingga nyaris ke tengah lubang yang baru saja Anda bakar di atas papan api. Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah memastikan takik tidak terlalu lebar sehingga saat Anda mulai memutar drill di dalam lubang lagi, drill akan tergelincir dari takik.
  • Pastikan ukuran takik sekitar 1/8 potongan pai.
  • Bagian yang meruncing pada potongan pai harus bertemu di tengah-tengah lubang yang baru Anda bakar di atas papan.
  • Bagian yang melebar harus menghadap keluar dan menjauh dari lubang.
  • Takik dan ujung drill yang masuk ke dalam lubang harus memiliki permukaan kasar, tidak mengilap dan mulus. Permukaan yang kasar menghasilkan gesekan. Kalau lubang mulai mengilap, taburkan sedikit pasir ke dalam takik.
11. Letakkan penampung bara di tempatnya. Anda membutuhkan alat untuk menangkap bara yang dihasilkan, melindunginya dari tanah yang dingin dan membawanya dari tanah ke gumpalan tinder. Anda bisa menggunakan salah satu di antara pilihan berikut: daun kering, potongan kayu, selembar kertas atau kulit kayu. Apa pun pilihannya, pastikan Anda dapat membawa bara dalam keadaan stabil sehingga tidak menjatuhkannya.
  • Tempatkan penampung bara di bawah lekukan yang Anda buat di atas papan api sebelum mencoba membuat bara.


Fire Plow:

   * Jelaskan teknik menggesek kayu pada alur kayu lainnya.Teknik Fire Plow




   Ilustrasi fire plow dan arah gesekan.

   * Tips: Pilih kayu yang mudah terbakar untuk alur.

Langkah-langkah 

1. Sediakan Bahannya, tempatkan alat penggesek diatas bahan yang digesek.

2. Tentu saja, jalur yang digesek telah disiapkan sebelumnya

3. Gesek maju mundur hingga tercipta serbuk api

4. Serbuk api kemudian disatukan dengan pemancing

5. Pertahankan apinya, dengan meniup

6. Setelah api membesar silakan membakar bahan terbakar

7. Selesai

 Nah... Dengan beberapa cara diatas kita dapat membuat perapian dalam keadaan darurat atau pun survival, jadi kita setidaknya tidak mati lebih cepatttt...

KOMANDO...

CARA MENDAPATKAN SUMBER AIR SAAT SURVIVAL DI GUNUNG HUTAN

 


A. PENDAHULUAN

Sangat beruntung apabila kita menemukan sumber mata air saat survival. Jika tidak, mungkin kita hanya bisa mendapatkan air mineral dalam jumlah minim.

.

Air menjadi preoritas utama setelah shelter,kondisi normal manusia hanya bisa bertahan hidup 3 hari tanpa air dan 3 hari tersebut bukan berarti anda bisa santai sampai hari ke tiga.

Di hari ke dua saja tanpa air mungkin anda sudah sulit untuk bergerak walau anda masih hidup. Bagaimana meneruskan hidup kalau bergerak saja sudah tak mampu. Waktu untuk manusia bisa bertahan tanpa air tidak banyak hal ini karena tubuh akan tetap kehilangan 2 – 3 liter air perhari walau anda cuma golek-golek manis di shelter tanpa melalukan aktifitas berat. 

Oleh sebab itu menemukan sumber air dimulai dari hari pertama saat anda sadar sudah berada dalam situasi survival.

.

B. MATERI INTI

beberapa sumber air yang bisa anda peroleh saat si alam liar, air dibagi 3 kelompok, yaitu :

1. Air Tumbuhan

2. Air Buatan

3. Air Langsung


🔸 AIR TUMBUHAN

adalah sumber air yang paling banyak saat di alam liar, namun bukan berarti paling mudah untuk ditemukan.

Saat di hutan ada beberapa tumbuhan yang menyimpan air yang bisa anda manfaatkan untuk di minum antara lain :

1. BAMBU

Sangat beruntung jika kita menemukan bambu dihutan.

bambu menyediakan hampir semua kebutuhan hidup kita. Dengan bambu anda bisa mendirikan shelter, bambu bisa dijadikan media memasak dan membuat alat-alat makan, membuat alat berburu seperti jebakan, tombak, panah dll, bambu juga bisa sebagai sumber makanan yaitu bambu yang masih muda (rebung) dan bambu juga menyediakan sumber air tepatnya di ruas-ruas bagian dalam bambu tersebut.

.

Untuk menemukan air diruas-ruas bambu anda bisa memukul tiap-tiap ruasnya jika bunyinya tidak nyaring kemungkinan ada air didalamnya, cara mengambilnya adalah dengan membuat lubang di bagian atas ruas lalu masukan sedotan atau dibagian bawah ruas dan segera tampung. Air di bambu tidak perlu dimasak karena memang sangat steril, bahkan akan basi dalam satu hari kalau sudah terbuka. Sedotan atau selang kecil bisa anda masukan ke daftar list survival kit fungsinya adalah untuk mengambil air bukan hanya pada bambu tetapi air yang terdapat di tempat sempit dan keras seperti di celah-celah batu atau pohon dll. Sedotan juga bisa digunakan untuk menghisap bisa ular agar mulut tidak bersentuhan langsung dengan bagian yang digigit.


2. AKAR LIANA

air yang dihasilkan memang cukup banyak dan bisa langsung diminum. Cara mengambil airnya adalah dengan memotong di dua sisi pohon akar tersebut yaitu bagian atas dan bawah. Kalau memotong hanya di satu sisi air tidak keluar hal ini sama dengan air dalam sedotan yang tak akan mengalir ke bawah jika bagian atasnya anda tutup.



Saat menemukan tumbuhan ini di hutan, manfaatkan sepanjang yang anda bisa ambil, minum langsung airnya atau simpan di botol minum anda sebagai cadangan. Tumbuhan ini banyak terdapat di hutan terutama di hutan tropis seperti di Negara kita.


3. POHON PISANG

pohon pisang bisa sedikit menyelamatkan hidup anda. Pohon pisang mengadung banyak air dan syukur – syukur kalau berbuah bisa jadi sumber makan juga.

Bagian pohon pisang yang banyak mengandung air adalah di batang bagian bawah dekat dengan tanah. Untuk beberapa batang pisang bahkan bisa mengeluarkan air hanya dengan menusuknya saja. Cara mengambil airnya bisa dengan memotong batang pisang dibagian bawah kemudian lubangi bagian tengah batang tersebut sebagai tempat berkumpulnya air yang akan di ambil nantinya.

Mengambil air dari batang pisang bisa juga dengan tidak menebang pohon tersebut, tetapi cukup melubangi bagian bawah batang sampai ke inti batang dengan besar lubang seukuran batang bambu yang akan dimasukan ke lubang tersebut, fungsi bambu adalah sebagai tempat mengalirnya air dari batang pisang ke tempat penampungan. Cara ini membutuhkan waktu lebih lama tetapi air yang dihasilkan lumayan banyak dan bersih.


4. KANTONG SEMAR

Cara mendapatkannya cukup dengan melihat langsung di kantong semar tersebut. Bisa diminum langsung tetapi sebaiknya di masak terlebih dahulu karena walau terlihat bersih belum tentu air tersebut bebas dari jasat renik yang terperangkap didalamnya. Hal ini karena air di kantong semar juga menjadi incaran hewan-hewan kecil yang membutuhkan air.



5. LUMUT

Lumut punya sifat menampung air, untuk hutan hujan tropis menemukan lumut bukan hal langka, lumut bisa ditemukan menempel di batu, batang pohon atau di tanah. Ketika menemukan lumut anda bisa memeras dan mengambil airnya untuk diminum. Dalam jumlah banyak anda bisa cabut lumut tersebut, masukan kedalam slayer, buff dan sejenisnya lalu peras untuk mendapatkan airnya. Air yang dihasilkan akan kotor karena bercampur dengan tanah maka lakukan proses penjernihan terlebih dahulu sebelum di minum.


Anda juga bisa mendapatkan air langsung dari buah, akar atau batang pohon tertentu yang banyak mengandung air yaitu dengan cara memerasnya, namum harus hati-hati karena ada juga beberapa pohon dengan getah atau buah yang beracun yang bisa berakibat fatal kalau di konsumsi.


🔸 AIR BUATAN

Ada 2 cara yang paling populer : kondensasi dan solar still.

namum dalam situasi survival anda membutuhkan plastik ukuran besar untuk melakukan cara tersebut. Jadi pertimbangkan menyediakan plastik tersebut sesuai dengan lokasi gunung atau hutan yang akan anda tempuh. Lagipula plastik besar juga bisa di fungsikan untuk membuat shelter.


1. KONDENSASI

Proses ini memanfaatkan embun yang terperangkap di daun atau menguapkan air yang terkandung di dedaunan. Anda membutuhkan plastik bening untuk proses ini, plastik bening di perlukan agar proses fotosintesis tetap berlangsung. Dalam melakukan proses ini usahakan jangan di pohon beracun.

Cara mendapatkan air dengan cara ini adalah :

🔹 Cari ujung ranting yang banyak daunnya semain banyak semakin baik, dan pastikan ujung ranting yang akan dibungkus adalah yang terkena sinar matahari sepanjang hari.

🔹 Lalu bungkus dengan plastik, ikat dan pastikan tidak ada yang bocor dan tidak ada bagian dari pohon yang bisa melubangi plastik. Namun sebelumnya plastik telah di isi batu bersih sebagai pemberat, posisi batu adalah tempat berkumpulnya air hasil penampungan.


Proses ini memakan waktu cukup lama, untuk mengambil airnya yang terkumpul di bagian dasar plastik di posisi batu berada anda bisa menggunakan sedotan. Teknik kondensasi air


2. SOLAR STILL 

Proses ini juga menanfaatkan air yang terkandung di dedaunan, Cara mendapatkan air dari proses ini adalah :

🔹 Buat lubang dengan kedalaman kira-kira 30 sampai 50 cm di tanah dengan luas permukaan 1 meter persegi.

🔹 Beri wadah penampung air di tengah lubang.

🔹 Letakkan dedaunan hijau di dalam lubang.

🔹 Tutup lubang menggunakan plastik gelap, atau terpal atau bisa dengan ponco. Beri pemberat agar plastik tidak terbuka saat ditiup angin.

🔹 Lalu beri pemberat tepat di tengah plastik, pemberat ini berfungsi untuk mengarahkan air hasil penguapan yang akan terjadi dibagian bawah plastik ke wadah penampung yang berada di tengah lubang.

.

Cara ini membutuhkan sinar matahari langsung dan memakan waktu seharian, jangan lupa mengganti dedaunan secara berkala untuk hasil yang maksimal. Teknik solar still


🔸 AIR LANGSUNG

Air langsung maksudnya adalah air yang bisa anda dapat tanpa bersusah payah dalam proses pengambilannya. Yang anda butuhkan hanyalah menampungnya. 

Setidaknya ada 3 jenis yaitu air hujan, embum dan air yang berasal dari mata air. 

Anda hanya perlu menampungnya untuk jenis air tersebut. bisa dengan botol minuman atau menampung dengan ponco kalau tak punya bisa menampung dengan bambu atau dedaunan lebar seperti daun talas, daun pisang dll.


1. AIR HUJAN

Asalkan shalter aman, hujan merupakan anugerah terutama dalam situasi survival. Tampung air hujan sebanyak-banyaknya. Anda bisa membuat lubang ditanah dan melapisinya dengan ponco, alumunium foil, kulit kayu, plastik dan sebagainya. Air hujan bisa di minum langsung apalagi dalam situasi survival, namun lebih baik kalau air tersebut dimasak terlebih dahulu.


2. EMBUN

Embun tentu sangat melimpah apalagi di hutan tropis seperti di Negara kita, yang anda perlukan hanyalah mengumpulkan air embun tersebut. Cara mengumpulkan air embun yaitu bisa dengan menggunakan kain tipis lebar yang dihamparkan diatas ilalang atau rumput yang berembun atau bisa dengan mengikat kain bersih di kaki lalu jalan menyusuri ilalang yang berembun. Lalu peras kain yang basah tersebut untuk mendapatkan airnya. Cara ini hanya efektif dilakukan saat matahari belum keluar jadi air embum belum menguap.


Membuat tempat menampung air embun di dedaunan lebar seperti daun talas atau daun pisang juga banyak dilakukan untuk mendapatkan air, yang perlu anda lakukan adalah menunggu semalaman agar air ada di daun tersebut besok paginya.


3. MATA AIR

Mata air bisa keluar dari celah – celah bebatuan yang keras di permukaan tebing atau goa jadi tidak hanya keluar dari dalam tanah. Perhatikan dengan teliti kalau anda berada di area bebatuan tersebut. Walau sangat sedikit pasti ada air yang keluar kecuali musim kemarau. Air yang keluar dari mata air umumnya sangat bersih dan bisa langsung di minum. Tampung sebanyak-banyaknya untuk air cadangan.


Untuk mata air di tanah sebaiknya di jernihkan dulu kalau dalam proses pengambilannya menjadi bercampur dengan tanah. Sebaiknya dimasak kalau genangan lumayan besar. Karena bisa jadi sumber air tersebut juga menjadi sumber air untuk hewan – hewan yang ada di daerah tersebut.


Yang perlu diingat juga adalah ketika menemukan sumber air yang melimpah jangan langsung meminumnya dalam jumlah besar karena dalam kondisi dehidrasi anda bisa muntah dan hal ini justru merugikan karena anda membuang zat berguna lainnya dari dalam tubuh saat muntah. Minumlah air secara berlahan seteguk demi seteguk. Disterilkan misalnya dengan cara dimasak terlebih dahulu akan lebih baik.


Sumber :

FB :Materi Pramuka Kopastrija

Sea Survival

 


SEA SURVIVAL

Sea Survival adalah kemampuan seseorang untuk bertahan hidup dimana nyawa dalam keadaan terancam, sebelumnya atau selama dan setelah meninggalkan perairan lepas pantai, berkaitan dengan bahaya dari lingkungannya.


HAZART ( ANCAMAN BAHAYA )

ketika berada di kapal adalah:

-Tenggelam

-Tabrakan

-Terbakar

-Cuaca buruk (bad weather)

.

3 HAL PENTING

Metoda survival apapun yg dipakai di laut

Ada 3 hal penting yang diperlukan ketika situasi survival, yakni:

• Equipment (peralatan)

    = life jacket, first aid dsb

• Knowledge (pengetahuan)

    = pengetahuan tentang sea survival

• The Will (kemauan)

    = kemauan untuk hidup telah terbukti dapat mengatasi hal yg tidak mungkin.Kemauan untuk belajar tentang peralatan survival dan penggunaannya dapat menambah rasa percaya diri sehingga dapat bertindak dengan benar dalam keadaan nyawa terancam bahaya di tengah laut.

.

TIPS 

A.

• Jika terjadi sesuatu pada pesawat atau kapal yang kita tumpangi mengalami trouble dilaut, usahakan untuk berenang menjauh, terutama jika terjadi ledakan dan api.

• Menjauh dengan melawan arah angin (untuk itu perlu mengetahui arah angin dalam waktu yg sangat cepat). 

• Jika dipermukaan air terdapat banyak api, berenanglah didalam air (menyelam menuju permukaan air yang aman)

.

B

• Selain pelampung, kita bisa menggunakan barang-barang yang dapat mengapung di air. Barang-barang ini biasa terbuat dari plastik, seperti jerigen atau drybox yang dikosongkan (jika menemukan).

• Dalam kondisi darurat sementara, bisa menggunakan celana panjang yang disimpul kedua ujungnya dan diisi angin ketika masih berada di atas permukaan air (yang ini bersifat sementara).

.

C

• Jangan panic dan tetap berfikir tenang. Semakin kita panic, kita akan semakin kehilangan banyak tenaga.Berat jenis tubuh lebih rendah dari air laut, sehingga kita akan lebih mudah untuk mengapung. Ketakutakn dan kepanikan hanya akan membuat kita cepat tenggelam dan nafas terburu-buru akan membuat air mudah tertelan. Bernafaslah yang dalam, karena itu akan membuat tubuh menjadi lebih ringan.

.

D

• Agar dapat mengambang, usahakan anda tetap berpegangan pada barang-barang yang menjadi tumpuan.

• Apabila permukaan air cukup tenang, dengan mencelupkan kepala kedalam air dan merentangkan tangan akan membuat tubuh menjadi lebih ringan (posisi tubuh menghadap atas).

.

E

• Sebaiknya Hindari untuk meminum air laut, karena hal itu justru akan membuat tubuh akan kehilangan cairan dan dehidrasi. Bagi orang-orang tertentu memang ada yang bisa bertahan hidup dengan cara demikian, tapi sebaiknya jangan ditiru secara berlebihan.

• Tetaplah menggunakan sepatu untuk menghindari dan mencegah luka (kecuali sepatu bot).

• Jika ada bagian tubuh yang terasa kram, usahakan memencet bagian tubuh tersebut dengan jempol atau telapak tangan. Akan lebih baik jika ada orang yang bisa menolong. Beri tekanan pada bagian yang kram untuk merenggangkan ototnya.

.

F

• Jika alat komunikasi masih bisa digunakan (cth:HT/HP), gunakanlah. Tapi kalau memang tidak ada harapan, bisa diupayakan berenang menuju daratan, terutama jika sudah terlihat garis pantai.

• Jangan lupa Berdo'alah untuk meminta keselamatan.


Dari uraian singkat di atas, dapatlah kita ketahui bahwa kebutuhan Life jacket adalah baru kebutuhan mimimal untuk survive di laut jika terjadi kecelakaan laut. Tetapi masih ada bahaya2 lain yang dapat mengancam nyawa seperti kurangnya pengetahuan dasar terhadap sea survival meliputi:

-cara pakai dan tahu fungsinya Life Jacket.

-pengetahuan terhadap bahaya hypothermia dan cara mengatasinya.

-pengenalan terhadap bahaya predator laut dan cara pencegahannya.

-equipment pendukung seperti life ring, first aid dan lain lain.

.

Sumber:

Blog :http://suarapetualang.blogspot.com

Blog :http://e-pramuka.blogspot.com

FB: Materi Pramuka Kopastrija


Rabu, 15 Januari 2025

PERTOLONGAN PERTAMA



 Pertolongan pertama adalah bantuan awal yang diberikan kepada orang yang mengalami cedera atau sakit. Bertujuan untuk Mencegah cedera semakin parah, mengurangi rasa sakit, membantu penyembuhan dan mencegah kematian.


Jenis Cedera dan Cara Pertolongan

1. Luka Terbuka

- Bersihkan luka dengan air dan sabun.

- Tutup luka dengan perban steril.

- Berikan antibiotik jika perlu.

- Bawa ke rumah sakit jika dalam keadaan parah.


2. Patah Tulang

- Jangan gerakkan korban.

- Stabilkan bagian yang patah.

- Bawa ke rumah sakit.

- Berikan perawatan yang tepat.


Contoh teknik penanganan patah tulang (Penanganan patah tulang)



3. Bakar

- Siram dengan air dingin selama 10-15 menit.

- Tutup dengan perban steril.

- Jangan membuka kulit yang terbakar.

- Bawa ke rumah sakit. 

Contoh (Penanganan luka bakar)


4. Sengatan Listrik

- Matikan sumber listrik.

- Jangan menyentuh korban.

- Bawa ke rumah sakit.

- Berikan perawatan yang tepat.


5. Henti Napas (CPR)

- Pastikan keselamatan diri sendiri dan korban.

- Periksa napas dan denyut nadi.

- Lakukan CPR (30:2).

- Berikan napas buatan.

- Bawa ke rumah sakit.(

Teknik CPR)


6. Pendarahan

- Tekan luka dengan perban.

- Angkat bagian yang cedera.

- Bawa ke rumah sakit.

- Berikan perawatan yang tepat.


7. Kecelakaan Otak

- Jangan gerakkan korban.

- Bawa ke rumah sakit.

- Berikan perawatan yang tepat.


8. Gigitan Ular

- Jangan memotong luka.

- Jangan memberikan obat.

- Bawa ke rumah sakit.

- Berikan perawatan yang tepat.


9. Kecelakaan Kimia

- Siram dengan air.

- Lepaskan pakaian yang terkontaminasi.

- Bawa ke rumah sakit.

- Berikan perawatan yang tepat.


Langkah-Langkah Pertolongan Pertama

1. Pastikan keselamatan diri sendiri dan korban.

2. Periksa kondisi korban.

3. Berikan pertolongan sesuai jenis cedera.

4. Bawa korban ke rumah sakit jika perlu.

5. Laporkan kejadian kepada pihak berwenang.


Alat Pertolongan Pertama

1. Kotak P3K.

2. Perban steril.

3. Sabun dan air.

4. Antibiotik.

5. Alat CPR.

6. Sarung tangan.

7. Masker.




Tips dan Keselamatan

1. Selalu siapkan kotak P3K.

2. Pelajari teknik pertolongan pertama.

3. Jangan ragu meminta bantuan.

4. Jangan memberikan obat tanpa saran dokter.

5. Selalu memakai sarung tangan.


Sumber

1. Palang Merah Indonesia.

2. American Red Cross.

3. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

4. Kementerian Kesehatan RI.


Gambar

1. Kotak P3K.

2. Teknik CPR.

3. Perban steril.

4. Alat pertolongan pertama lainnya.


Pastikan Anda memperbarui pengetahuan pertolongan pertama secara berkala.

NAVIGASI DARAT

 

Navigasi adalah penetuan posisi dan arah perjalanan, baik di medan perjalanan atau di peta. Navigasi terdiri atas navigasi darat, sungai, pantai dan laut, namun yang umum digunakan adalah navigasi darat. Navigasi darat adalah ilmu yang mempelajari cara seseorang menentukan suatu tempat dan memberikan bayangan medan, baik keadaan permukaan serta bentang alam dari bumi dengan bantuan minimal peta dan kompas. Pekerjaan navigasi darat di lapangan secara mendasar adalah titik awal perjalanan (intersection dan resection), tanda medan, arah kompas, menaksir jarak, orientasi medan dan resection, perubahan kondisi medan dan mengetahui ketinggian suatu tempat.

 

[•]Alat-alat navigasi terdiri dari:


Kompas

adalah alat untuk menentukan arah mata angin berdasarkan sifat magnetik kutub bumi. Arah mata angin utama yang bisa ditentukan adalah N (north = utara), S (south = selatan), E (east = timur) dan W (west = barat), serta arah mata angin lainnya yaitu NE (north east = timur laut), SE (south east = Tenggara), SW (south west = barat daya) dan NW (north west = barat laut). Jenis kompas yang umum digunakan adalah kompas sylva, kompas orientasi, dan kompas bidik/prisma.

Altimeter

adalah alat untuk menentukan ketinggian suatu tempat berdasarkan perbedaan tekanan udara.

Peta

adalah gambaran sebagian/seluruh permukaan bumi dalam bentuk dua dimensi dengan perbandiangan skala tertentu. Jenis-jenis peta terdiri dari peta teknis, peta topografi dan peta ikhtisat/geografi/wilayah. Bagian-bagian peta antara lain judul, nomor, koordinat, skala, kontur, tahun pembuatan, legenda, dan deklinasi magnetis.

GPS (Global Positioning System)

adalah sistem radio-navigasi global yang terdiri dari beberapa satelit dan stasiun bumi. Fungsinya adalah menentukan lokasi, navigasi (menentukan satu lokasi menuju lokasi lain), tracking (memonitor pergerakan seseorang/benda), membuat peta di seluruh permukaan bumi, dan menetukan waktu yang tepat di tempat manapun.

 


Menentukan arah tanpa alat navigasi

Selain mengguanakan alat-alat navigasi, kita juga dapat menggunakan arah mata angin dengan tanda-tanda alam dan buatan, yaitu:

tanda-tanda alam yaitu matahari, bulan dan rasi bintang

tanda-tanda buatan yaitu masjid, kuburan dan kompas sendiri dari jarum/silet yang bermagnet dan diletakkan di atas permukaan air

flora-fauna:

Tajuk pohon yang lebih lebat biasanya berada di sebelah barat

Lumut-lumutan Parmelia sp. dan Politrichum sp. biasanya hidup lebih baik (lebat) pada bagian barat pohon


Tumbuhan pandan hutan biasanya cenderung condong ke arah timur

sarang semut/serangga biasanya terletak di sebelah barat pepohonan




 

Mecegah dan menanggulangi keadaan tersesat

Tersesat adalah hilangnya orientasi, tidak dapat mengetahui posisi yang sebenarnya dan arah yang akan dituju. Hal tersebut biasanya karena berjalan pada malam hari, tidak cukup sering menggunakan peta dan kompas dalam perjalanannya, tidak tahu titik awal pemberangkatan di peta dan melakukan potong kompas.


Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah tersesat antara lain:

selalu melapor kepada petugas terkait atau orang yang dipercaya mengenai tujuan perjalanan, lamanya dan jumlah anggota yang ikut

selalu mengingat keadaan sekitar perjalanan berdasarkan kelima indera yang dimiliki

tetaplah berada pada jalur yang telah ada dengan memberi petunjuk pada tiap persimpangan

perhatikan obyek yang mencolok seperti mata air, bukit, sungai atau gunung

pada saat berjalan sekali-kali tengoklah ke arah belakang, ingatlah jalur tersebut jika dilihat dari arah berlawanan

pelajari dengan benar alat-alat navigasi yang dibawa

gunakanlah kompas sebelum tersesat

belajarlah membaca tanda-tanda alam untuk menentukan arah mata angina

jangan pernah percaya secara penuh kepada orang lain termasuk kepada pemimpin.



Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menanggulangi keadaan tersesat adalah:

membuat tempat berlindung (shelter) dari bahaya atau cuaca buruk

tetap tenang, tidak panik, berpikir jernih dan mencoba ingat jalur perjalanan

orientasi dapat dipermudah dengan menuju tempat yang tinggi/memanjat pohon

gunakan kompas dan peta (alat navigasi) atau indikator alam

buat petunjuk untuk mempermudah orang lain mencari keberadaan kita, misalnya dengan tulisan, peluit, asap, sinar atau berteriak

tetap bersama-sama dengan kelompok dalam kondisi apapun

memanfaatkan situasi dengan menunggu bala bantuan, mencari makanan, mencari air dan 

lainnya

SHELTER SURVIVAL

Shelter atau tempat berlindung adalah struktur/bangunan sementara yang melindungi penghuninya dari berbagai ancaman seperti cuaca buruk, hewan liar, bahaya alam, kondisi lingkungan ekstrem dan bahaya manusia. Shelter menyediakan perlindungan fisik, kenyamanan, keamanan, perlindungan dari elemen alam, tempat beristirahat dan pengamanan dari serangan hewan liar serta bencana alam, sehingga merupakan kebutuhan dasar manusia.

  • Cara Membuat Shelter
Panduan Lengkap untuk Survival Membuat shelter adalah salah satu keterampilan dasar survival yang penting untuk dilakukan saat berada di alam bebas. Shelter dapat melindungi Anda dari cuaca buruk, hewan liar, dan bahaya lainnya. Berikut adalah panduan lengkap cara membuat shelter.

  • Bahan yang Diperlukan :.Tongkat atau ranting (minimal 4-6) 

  1. Daun atau dedaunan 
  2. Tanah atau lumpur 
  3. Batu atau kayu untuk penyangga 

[•]Tali atau benang Jenis Shelter 

  1. Shelter Darurat (Emergency Shelter)
  2. Shelter Sederhana (Simple Shelter) 
  3. Shelter yang lebih kompleks (Advanced Shelter) 
[•]Cara Membuat Shelter Darurat 
  1. Cari lokasi yang datar dan kering.  
  2. Kumpulkan bahan-bahan.
  3. Buat kerangka dengan tongkat dan ranting. 
  4. Tutupi dengan daun atau dedaunan.
  5. Pasang penyangga dengan batu atau kayu. 



[•]Cara Membuat Shelter Sederhana
  1. Cari lokasi yang strategis. 
  2. Buat fondasi dengan batu atau kayu. 
  3. Bangun kerangka dengan tongkat dan ranting. 
  4. Tutupi dengan dedaunan atau tanah. 
  5. Tambahkan penyangga dan pintu. 



[•]Tips dan Variasi
  1. Gunakan plastik atau terpal sebagai atap. 
  2. Tambahkan jendela dan pintu. 
  3. Buat tempat tidur dari dedaunan. 
  4. Gunakan tanah liat untuk memperkuat dinding. 

[•]Contoh Shelter
  1. Shelter Tipe A (gampang dan cepat)  
  2. Shelter Tipe Lean-To (sederhana dan efektif) 
  3. Shelter Tipe Debris Hut (rumit dan tahan lama) 
[•]Keselamatan
  1. Pastikan shelter stabil dan aman. 
  2. Jangan membuat shelter di dekat sungai atau danau. 
  3. Jangan menggunakan bahan yang mudah terbakar. 
  4. Pastikan ventilasi yang baik.
 Sumber: - Wilderness Survival Hand Wilderness Survival Handbook oleh Tony Nester - Survival Handbook Survival Handbook oleh SAS - Buku ( Outdoor Life Magazine