Rabu, 22 Januari 2025

MACAM - MACAM BENTUK API UNGGUN


 

Api unggun memiliki lima macam bentuk (umumnya) dalam penyusunannya, kelima bentuk dari penyusunan api unggun sebagai berikut :

.

1🔥 PIRAMIDA SEGITIGA

Bentuk yang pertama adalah bentuk piramida segitiga.

cara penyusunannya sbb :

* Kayu disusun segitiga sama sisi

* makin keatas segitiganya semakin kecil

* ditengah tumpukan kayu terdapat rongga

* Dirongga tersebut ditaruh bahan yang mudah terbakar misalnya jerami yang sudah disiram minyak tanah dan sebagainya. 

* Rongga inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai sumber api yang pertama untuk dinyalakan. 

Model ini biasanya dibutuhkan kawat kecil (Bendrat) untuk menjaga agar tumpukan kayu tidak roboh.

.

2🔥PIRAMIDA BUJUR SANGKAR

Pada dasarnya membuat piramida bujur sangkar caranya sama dengan bentuk piramida segitiga, yang membedakkan terletak pada bentuk penyusunannya berupa bujur sangkar. 

Perlu diingat !

model penyusunan piramida adalah model yang semakin keatas semakin runcing (mengerucut). Model bujur sangkar dalam penataan kayu umumnya di tidurkan. tidak disusun keatas.

.

3🔥PAGODA TEGAK

Bentuk pagoda tegak memungkinkan percampuran kayu basah dan kayu kering, sebab, dibentuk ini modelnya kayu basah dan kering ditata tegak, pertama-tama pembaca membuat gawang terlebih dahulu sebagai tempat penyandar kayu dari bahan yang tidak mudah terbakar. lalu kayu disandarkan pada gawang, misalnya kayu/bambu basah. Dalam rongga antar kayu ditaruh bahan bakar yang mudah terbakar.

.

4🔥PAGODA ROBOH

Bentuk pagoda roboh adalah bentuk yang paling sederhana yang mungkin saja sering pembaca praktikkan ketika membakar kayu, tetapi tidak menyadari bahwa bentuk tersebut adalah bentuk pagoda roboh. Cara membuatnya :

kayu kering ditetapkan di tanah, ujung-ujungnya bertemu di tengah sehingga pangkalnya diluar membentuk lingkaran. Agar ujungnya cepat terbakar, ditempat pertemuan tersebut dapat dibuat lubang dan diberi bahan bakar yang mudah terbakar.

.

5🔥BENTUK KURSI

Bentuk Kursi adalah bentuk api unggun yang mungkin saja pembaca jarang temui, sebab bentuk ini biasanya digunakan apabila angin bertiup kencang dari satu arah. Langkah membuatnya pun tidak terlalu sulit ataupun rumit, namun, sedikit memperlukan kesabaran. Caranya:

Dua kayu basah dipancangkan agak berjauhan dan agak condong ke belakang. Setelah tiang pemancang api unggun sudah di buat. langkah selanjutnya adalah menyusun kayu-kayu hingga membentuk kursi


Sumber :

FB :Materi Pramuka Kopastrija

Tidak ada komentar:

Posting Komentar